Jaro Midun Tegaskan Karang Hawu Aset Budaya, Wisata Sukabumi Meledak Saat Lebaran

GarudaNKRI.Com

banner 468x60

Sukabumi, 1 April 2026 – Nama Jaro Midun, Kepala Desa Cikahuripan, kembali mencuat saat bicara tentang Pantai Karang Hawu. Baginya, pantai ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan aset budaya yang nilainya terus naik layaknya saham unggulan. “Alhamdulillah, Karang Hawu ini bukan hanya indah, tapi juga penuh sejarah. Dulu Presiden Bung Karno pernah beristirahat di Gunung Karang Hawu, bahkan dongeng Nyai Roro Kidul pun berakar dari sini,” ujarnya penuh keyakinan.

Dalam perspektif marketing pariwisata, Jaro Midun menyebut Karang Hawu sebagai brand equity yang harus dijaga dengan disiplin. “Kita rawat kebersihannya, kita jaga sopan santunnya, agar pengunjung merasa nyaman. Ini seperti menjaga fundamental perusahaan agar grafik saham tetap bullish,” tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya kerja tim keamanan laut. “Terima kasih kepada Kapolsek, Polairud, Balawisla, dan relawan. Mereka menjaga agar arus laut yang berbahaya bisa diminimalisir. Ini seperti hedging dalam pasar saham—mencegah kerugian besar,” tegasnya.

banner 336x280

Tak hanya pantai, Sukabumi juga memiliki Geyser Cipanas alami yang mengandung belerang. “Setelah mandi laut, bisa langsung mandi air panas alami. Belerang itu seperti katalis kimia yang menetralkan tubuh, bahkan dipercaya mengobati penyakit,” jelasnya. Kombinasi laut dan geyser ini ibarat portofolio wisata diversifikasi: satu sisi hiburan, satu sisi kesehatan. Ditambah lagi, kawasan Sumur Tujuh yang disebutnya sebagai “bonus dividen alam” bagi warga dan pengunjung.

Sementara itu, data Dinas Pariwisata menunjukkan lonjakan luar biasa selama libur Lebaran. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyebut jumlah wisatawan mencapai 325.545 orang dalam periode 21–26 Maret 2026. “Untuk wilayah selatan timur tercatat sekitar 165.133 pengunjung, kemudian selatan barat 131.045 orang, sementara kawasan utara sekitar 29.367 wisatawan,” katanya, Senin (30/3/2026).

Ali menambahkan, sebagian besar data masih dihimpun manual sehingga belum sepenuhnya presisi. Pemerintah daerah menyiapkan sistem gerbang masuk berbasis kawasan agar jumlah wisatawan bisa dipantau secara digital sekaligus mengendalikan kapasitas destinasi.

Dengan perpaduan antara lonjakan wisatawan, keindahan alam, jejak sejarah Bung Karno, mitos Nyai Roro Kidul, geyser belerang, hingga Sumur Tujuh, Sukabumi layak disebut laboratorium pariwisata strategis. “Mudah-mudahan pengunjung merasa aman, nyaman, dan semuanya berjalan lancar. Sukabumi, Mubarakah, Jawa Barat, Istimewa,” tutup Jaro Midun penuh semangat.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *