Sukabumi, Kamis (12/2/2026) jadi momen penting buat Kabupaten Sukabumi. Di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, resmi berdiri Instalasi Reaktor Biogas dan Rumah Pengering Bertenaga Surya (Solar Dryer House). Dukungan penuh datang dari Kepala Dinas Perikanan, Sri Padmoko, A.Pi., M.P., yang melihat langkah ini sebagai gebrakan strategis untuk masa depan perikanan Sukabumi.
Menurut Sri Padmoko, inovasi ini bukan cuma soal energi terbarukan atau pengelolaan limbah, tapi juga tentang bagaimana produk perikanan Sukabumi bisa naik kelas. “Teknologi ramah lingkungan seperti reaktor biogas dan solar dryer sangat relevan dengan kebutuhan sektor perikanan. Hasil olahan jadi lebih efisien dan punya daya saing,” tegasnya.
Ia menambahkan, rumah pengering tenaga surya bisa jadi solusi praktis buat nelayan dan pembudidaya. Proses pengeringan ikan maupun produk olahan lain jadi lebih higienis, cepat, dan nggak lagi tergantung cuaca. Hasilnya? Produk lebih berkualitas dan daya simpan lebih panjang.
“Dengan teknologi ini, pelaku usaha bisa menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan standar mutu. Itu penting banget buat memperluas pasar, baik lokal maupun luar daerah,” jelasnya.
Sementara itu, keberadaan reaktor biogas yang mengubah limbah organik jadi energi alternatif dinilai sejalan dengan visi Dinas Perikanan: mendorong usaha perikanan yang berkelanjutan dan tetap ramah lingkungan.
Sri Padmoko berharap teknologi ini bisa diperluas ke sentra-sentra perikanan lain di Sukabumi. Harapannya, manfaat nyata bisa langsung dirasakan nelayan dan pembudidaya.
“Kami siap bersinergi agar teknologi ini jadi penguat ekonomi masyarakat pesisir dan pembudidaya, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Semoga Sukabumi makin Mubarokah,” tutupnya dengan penuh optimisme.
sebelumnya
Bupati Sukabumi, H. Asep Japar meresmikan Instalasi Reactor Biogas dan Rumah Pengering Bertenaga Surya (Solar Dryer House) di Kecamatan Simpenan, bertempat di SPPG MBG Kampung Cihurang Desa Cidadap Kecamatan Simpenan, Kamis (12/2/26).
Menurut Bupati , peresmian ini, merupakan tonggak penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“pemanfaatan sampah MBG menjadi biogas, adalah langkah strategis yang tidak hanya mengurangi beban lingkungan akibat limbah, tetapi juga menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis,”jelasnya
Dengan hadirnya rumah pengering bertenaga surya kata Bupati, memberikan solusi bagi masyarakat dalam mengunakan sumber energi alternatif yang lebih efisien.
“teknologi ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta menekan biaya produksi, khususnya bagi masyarakat kecil dan pelaku UMKM,”ungkapnya
Oleh karena itu, Pemkab Sukabumi, berkomitmen untuk terus mendorong inovasi, kolaborasi, dan investasi pada sektor energi terbarukan, serta pengelolaan sampah terpadu.
“ke depan, kami berharap inovasi seperti ini dapat direplikasi di wilayah lain, sehingga dampaknya semakin luas dan berkelanjutan,”harap Bupati
Sementara itu, Dir Executive Yayasan Rumah Energi Sumanda Tondang menjelaskan Instalasi Reactor Biogas dan Rumah Pengering Bertenaga Surya (Solar Dryer House) menjadi solusi dalam mengolah limbah organik dari dapur MBG
“Ini merupakan komitmen nyata kita bersama dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan juga Lestari dan mandiri,”jelasnya
Instalasi reactor biogas dan rumah pengering tenaga surya ( solar dryer house) adalah solusi terintegrasi untuk pengelolaan limbah menjadi energi terbarukan dan peningkatan nilai produk pertanian. Reaktor menghasilkan gas metana dari limbah organik melalui fermentasi anaerobik, sementara rumah pengering menggunakan efek rumah kaca dengan material polikarbonat untuk mengeringkan produk secara higienis dan lebih cepat.



















