Pascabencana Banjir 2025, Jembatan Krueng Tingkeum Bireuen Normal Kembali

Berita3 Views
banner 468x60

Bireuen, – Jalur logistik yang menghubungkan Aceh dan Sumatera Utara kembali normal. Pemerintah menyelesaikan pembangunan Jembatan permanen Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Pemerintah membuka kembali jembatan tersebut untuk lalu lintas umum pada Minggu, 20 September 2026. Pembukaan ini memulihkan konektivitas jalan nasional Banda Aceh Medan. Selain itu, jalur distribusi logistik antara Aceh dan Sumatera Utara kembali lancar.

banner 336x280

Jalur Logistik Aceh Sumut Kembali Lancar Dua Lajur

Kendaraan kini melintas di dua lajur pada jembatan baru. Pengendara tidak lagi bergantung pada sistem buka tutup yang berlaku di jembatan Bailey sebelumnya. Kelancaran akses ini mempercepat distribusi kebutuhan masyarakat. Selain itu, akses ini juga memperlancar distribusi hasil pertanian dan berbagai komoditas ekonomi dari dan menuju Bireuen.

Pemerintah membangun jembatan permanen ini sebagai bagian dari pemulihan pascabencana. Banjir hidrometeorologi melanda daerah itu pada November 2025. Bencana tersebut merusak infrastruktur penting dan mengganggu perekonomian masyarakat.

Bupati Bireuen Mukhlis menyampaikan harapan besar atas beroperasinya jembatan tersebut. Ia menilai jembatan ini menjadi bagian penting dari pemulihan infrastruktur dan perekonomian daerah.

“Dengan dibukanya Jembatan Krueng Tingkeum ini, kita berharap dapat membangkitkan kembali perekonomian masyarakat Kabupaten Bireuen dan Aceh yang sangat terdampak akibat bencana,” ujar Mukhlis, dikutip dari situs resmi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) Sumatera, Senin (21/9).

Mukhlis menyampaikan pernyataan tersebut di Bireuen pada Senin, 21 September 2026. Pernyataan ini menegaskan dampak ekonomi dari pulihnya konektivitas jalan nasional.

Banjir 26 November 2025 Rusak Jembatan dan Ganggu Koridor Utama

Jembatan Krueng Tingkeum mengalami kerusakan akibat banjir pada 26 November 2025. Banjir tersebut mengganggu arus kendaraan pada salah satu koridor utama pergerakan orang dan barang di lintas timur Aceh. Oleh karena itu, pemerintah harus segera mencari solusi konektivitas sementara dan permanen.

Kerusakan jembatan membuat distribusi logistik tersendat. Truk pengangkut kebutuhan pokok harus antre panjang. Selain itu, mobilitas masyarakat antara Aceh dan Sumatera Utara juga terhambat.

Pemerintah kemudian merespons cepat melalui pemasangan jembatan darurat. Langkah ini menjaga arus lalu lintas tetap berjalan meski terbatas.

Pemerintah Sempat Pasang Jembatan Darurat Bailey Selama Pembangunan

Untuk menjaga konektivitas selama pembangunan jembatan permanen, pemerintah memasang jembatan Bailey. Jembatan Bailey mulai berfungsi pada 27 Desember 2025 atau satu bulan setelah bencana. Akses sementara tersebut menjaga arus lalu lintas tetap berjalan.

Namun penggunaan jembatan Bailey memerlukan pengaturan kendaraan secara bergantian. Antrean masih terjadi ketika volume lalu lintas meningkat. Oleh karena itu, pemerintah mempercepat pembangunan jembatan permanen.

Jembatan permanen yang kini beroperasi memiliki panjang 149,7 meter dengan struktur baja girder. Kementerian Pekerjaan Umum membangun jembatan ini melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh. Pembangunan ini menjadi bagian dari penanganan permanen infrastruktur strategis pascabencana.

“Untuk memulihkan kembali jalur logistik, kita bangun Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang ini. Secara teknis, desain dan konstruksinya sudah dijaga rekan-rekan BPJN Aceh terkait mutu dan sudah diuji beban,” kata Direktur Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum Gatot Sukmana.

Gatot Sukmana menyampaikan hal tersebut di Bireuen pada Minggu, 20 September 2026. Ia memastikan mutu konstruksi dan uji beban telah pemerintah lakukan sesuai standar.

Pemerintah Lanjutkan Perbaikan Jembatan Lama Perkuat Jalur Nasional

Setelah lalu lintas beralih ke jembatan baru, pemerintah melanjutkan perbaikan jembatan lama. Jembatan lama sebelumnya tersambung dengan struktur Bailey. Penanganan tersebut memperkuat kapasitas dan keandalan jalur nasional Banda Aceh Medan dalam jangka panjang.

Kolaborasi lintas instansi memastikan konektivitas tetap terjaga sejak tahap penanganan darurat hingga jembatan permanen beroperasi. BPJN Aceh, Kementerian PU, Satgas PRR Sumatera, dan Pemerintah Kabupaten Bireuen bekerja bersama menjaga kelancaran proyek.

Kembali beroperasinya Jembatan Krueng Tingkeum menandai peralihan dari penanganan sementara menuju pemulihan permanen. Selain memberikan kepastian perjalanan bagi masyarakat, akses tersebut memperkuat arus perdagangan. Selain itu, akses tersebut juga mempercepat kebangkitan ekonomi wilayah terdampak di Bireuen dan Aceh secara umum.

Dengan dua lajur yang kini aktif, distribusi logistik tidak lagi terhambat sistem buka tutup. Petani dapat mengirim hasil pertanian lebih cepat. Pedagang dapat memasok kebutuhan pokok tanpa antre panjang. Oleh karena itu, perekonomian Kabupaten Bireuen mulai bangkit kembali pascabencana banjir 2025.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed