Belu — Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Esthon Foenay, meninjau langsung dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memastikan pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal dan tepat sasaran.
Dua dapur MBG yang dikunjungi kader partai Gerindra yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto ini berada di kawasan yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), yakni SPPG Mandeu Raianuk di Kabupaten Belu dan SPPG Webriamata di Kabupaten Malaka.
Dalam kunjungannya, Esthon menegaskan bahwa peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sistem pelayanan dapur berjalan sesuai standar nasional, sekaligus melihat langsung kesiapan para pelaksana di lapangan dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Kedatangan saya semata untuk melihat secara langsung pelayanan di SPPG ini, karena seluruh pelaksana di lapangan harus mengetahui dan memahami sistem serta semangat yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo,” ujar Esthon.
Mantan Wakil Gubernur NTT itu menilai Program MBG merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui pemenuhan gizi yang merata hingga wilayah perbatasan negara.
“Program Makanan Bergizi Gratis ini merupakan salah satu program unggulan pemerintah saat ini untuk memastikan generasi muda bangsa terpenuhi kebutuhan gizinya,” katanya.
Menurut Esthon, operasional dapur MBG harus dijalankan secara profesional dan sesuai ketentuan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan efektif serta menjangkau seluruh penerima manfaat.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian khusus bagi daerah perbatasan seperti Kabupaten Belu dan Malaka, mengingat wilayah tersebut menjadi beranda terdepan Indonesia.
Selain memastikan kualitas layanan, Esthon berharap operasional dapur MBG mampu menggerakkan ekonomi masyarakat lokal. Ia mendorong agar kebutuhan dapur dipenuhi dari sumber daya daerah setempat, termasuk dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal.
“Program ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga harus mampu menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Esthon turut didampingi Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malaka, Benny Chandradinata, serta sejumlah tenaga ahli, di antaranya Agung Hardiyanto dan Marco Foenay.
Selain meninjau pelaksanaan MBG, rombongan juga memantau perkembangan Program Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Malaka.
Benny Chandradinata mengungkapkan, hingga saat ini telah dibangun 13 dapur MBG di Kabupaten Malaka dan 12 dapur lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Sementara itu, Program Koperasi Desa Merah Putih telah terealisasi di 122 desa dari total 127 desa di wilayah tersebut.
Menurutnya, sinergi antara Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat hingga ke wilayah perbatasan Indonesia.














