Dua Tahun Prabowo Kontribusi Hilirisasi Naik Dari 25 Persen Jadi 30 Persen

Berita3 Views
banner 468x60

Halmahera Tengah, 8 Oktober 2026 – Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, hilirisasi mencatat kemajuan signifikan. Kontribusinya terhadap investasi nasional semakin besar.

Realisasi investasi Indonesia semester pertama 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Angka itu tumbuh 7,2 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Selain itu investasi tersebut menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.

banner 336x280

Hal itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani. Ia melaporkan capaian tersebut saat Groundbreaking dan Komersialisasi 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10).

“Memang investasi di semester pertama 2026 ini, alhamdulillah mencapai realisasi investasi Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dan menyerap lebih dari 1,4 juta orang,” kata Rosan.

Kontribusi Hilirisasi Meningkat Dan Menyebar Ke Luar Jawa

Rosan menyebut komposisi investasi mengalami perubahan. Kontribusi hilirisasi yang sebelumnya 25 persen kini naik menjadi sekitar 30 persen dari total investasi nasional.

“Dari total investasi tersebut, angka hilirisasi meningkat, Bapak. Dalam dua tahun terakhir ini, kontribusi hilirisasi dari 25 persen sudah mencapai 30 persen dari total investasi yang masuk,” ujarnya.

Berdasarkan sektor, realisasi investasi Semester I-2026 masih didominasi Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya. Kemudian disusul Jasa Lainnya, Pertambangan, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi, serta Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran.

Selanjutnya hilirisasi mendorong pemerataan investasi. Lebih dari 75 persen realisasi berada di luar Jawa.

“Dan lebih dari 75 persen terealisasi di luar Jawa, Bapak Presiden. Kita melihat hilirisasi ini akan terus meningkat ke depannya,” kata Rosan.

Dampak Hilirisasi Terlihat Di Maluku Utara

Rosan menilai dampak hilirisasi terlihat langsung di Maluku Utara. Daerah yang dulu dikenal sebagai penghasil tambang kini berkembang menjadi pusat industri pengolahan nasional.

Produk ekspor pun semakin beragam. Ekspor tidak lagi bertumpu pada bijih mentah. Saat ini sudah bergerak ke produk olahan seperti feronikel, nickel matte, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), nickel sulfate hingga cobalt.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *