NEW YORK, AMERIKA SERIKAT – Menteri Luar Negeri Sugiono mendorong penguatan konektivitas antara ASEAN dan Pacific Alliance melalui kolaborasi kota cerdas.
Hal tersebut disampaikan pada Pertemuan ke-9 Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN-Pacific Alliance di sela High Level Week Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York.
Pertemuan tersebut melibatkan empat negara Pacific Alliance, yaitu Cile, Kolombia, Meksiko, dan Peru. Pertemuan dipimpin bersama oleh Thailand dan Meksiko.
“ASEAN dan Pacific Alliance merepresentasikan dua kawasan yang semakin terhubung, baik melalui pasar, masyarakat, maupun berbagai peluang kerja sama,” tegas Menlu Sugiono.
Menjelang Dua Dekade Kerja Sama Lintas Kawasan
Menjelang dua dekade kerja sama ASEAN dan negara-negara Amerika Latin yang tergabung dalam Pacific Alliance, Menlu Sugiono mengapresiasi komitmen kedua kawasan dalam keterbukaan ekonomi.
“ASEAN dan Pacific Alliance perlu konektivitas yang lebih kuat. Tidak hanya konektivitas fisik, tetapi juga konektivitas digital dan hubungan antarmasyarakat. Ini bertujuan untuk mewujudkan kemitraan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Menlu Sugiono.
Menurut Menlu, konektivitas perlu diterjemahkan menjadi kerja sama yang konkret. Salah satunya melalui kerja sama kota cerdas.
Potensi Jejaring Kota Besar ASEAN dan Amerika Latin
Indonesia melihat potensi penguatan jejaring antara kota besar di ASEAN dengan kota penting di Meksiko, Peru, Cile, dan Kolombia. Karena itu, hubungan kedua kawasan menjadi semakin dekat dan relevan bagi masyarakat.
Melalui jejaring antarkota tersebut, ASEAN dan Pacific Alliance memiliki ruang untuk mengembangkan kerja sama yang praktis. Kerja sama ini relevan dengan tantangan perkotaan saat ini.
Selain itu, Indonesia menekankan kemitraan harus menghasilkan manfaat nyata. Kemitraan juga harus membuka peluang baru bagi masyarakat.
Kerja Sama Ekonomi hingga Pariwisata Berkelanjutan
Sektor kerja sama yang dilakukan meliputi ekonomi, pendidikan dan kepemudaan, lingkungan hidup, serta pariwisata.
Sebagai wujud kerja sama konkret, pada tahun 2025 ASEAN dan Pacific Alliance meluncurkan ASEAN-Pacific Alliance Online Learning Initiative on Tourism. Inisiatif tersebut membahas pariwisata berkelanjutan.
Meski terpisah secara geografis, kemitraan sebelas negara ASEAN dan empat negara Pacific Alliance menciptakan peluang besar. Peluang tersebut menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan penguatan hubungan antarmasyarakat di kedua kawasan.



















